Abdul Hamid Aly

Rindu ini selalu milikmu Yaa Rosuul

Save Muslim Muslimah

Saling berpesan kepada hal kebenaran dan kesabaran

KH. M. Ali Bahruddin

Pesantren At-taqwa Pasuruan (Keluarga Jam'iyyah Thoriqoh Al-Mu'tabaroh Qodiririyyah wa Naqsyabandiyah).

Nahdlatul Ulama'

Ahlus Sunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah.

Diamond Class

Alhamdulillah ala kulli chaal.

Minggu, 27 Agustus 2017

Qurban dan Problematikanya

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Qurban:

1.     Hendaknya tidak berkurban dengan hewan hamil untuk keluar dari khilaf ulama’, kecuali jika kehamilan menyebabkan berkurangnya kuantitas daging.

2.     Daging harus disedekahkan dalam keadaan mentah. Jika dibagikan dalam keadaan matang (berupa masakan), maka tidak sah.

3.     Lebih baik tidak menyembelih di akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah) agar keluar dari pendapat ulama’ yang menyatakan tidak sah yaitu imam-imam di luar madzhab Syafi’i.

4.     Menurut imam Romli, boleh menyembelih satu kambing dengan niat kurban sekaligus aqiqah (mendapat pahala keduanya) dengan syarat bukan kurban atau aqiqah wajib. Sedangkan menurut Ibn Hajar jika diniati keduanya, maka tidak menjadi kurban atau aqiqah (syatu lahm)

5.     Kurban diganti dengan uang tidak sah. Boleh mewakilkan dalam pembelian hewan kurban sekaligus penyembelihan dan pembagiannya. Jika seseorang berkata kepada yang lain :”sembelihlah hewan kurban untukku “,  menjadikannya sebagai wakil dalam penyembelihan sekaligus pembagian daging kurban, sehingga wajib baginya untuk mengganti harga hewan tersebut.

6.     Boleh menyimpan daging kurban (untuk dikonsumsi selepas waktu kurban) seperti dijadikan dendeng atau dikalengkan.

7.     Menyerahkan hewan kurban kepada kiyai atau tokoh masyarakat berupa hewan hidup (bukan daging) tidak menjadi miliknya tapi hanya menjadikannya sebagai wakil dalam penyembelihan dan pembagian saja karena pembagian kurban harus sudah disembelih. Sehingga tidak diperbolehkan untuk mengambil daging kurban sedikitpun kecuali seukuran yang ditentukan oleh orang yang berkurban.

8.     Menyembelih hewan kurban setelah habisnya waktu kurban (setelah terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah), jika berupa kurban sunnah, maka tidak sah. Namun jika berupa kurban nadzar, maka tetap wajib dilaksanakan sebagai qodlo’.

9.     Berkurban untuk orang yang sudah meninggal menurut pendapat yang kuat tidak sah kecuali jika telah mendapatkan wasiat dari si mayit sebelum meninggalnya.

10.  Boleh memberikan daging kurban kepada satu orang fakir miskin, berbeda dengan zakat.

11.  Membagikan daging kurban (nadzar atau kadar wajib dari kurban sunah) kepada fakir miskin di luar daerah penyembelihan hewannya ada dua pendapat. Sebaiknya tidak membagikan di luar daerah penyembelihan untuk keluar dari khilaf ulama’

12.  Dalam mengetahui umur hewan kurban bisa mendasarkan pada kabar penjual hewan kurban, dengan catatan hewan tersebut lahir dalam kepemilikannya atau dengan bertanya kepada orang yang ahli dalam bidang perhewanan .

13.  Menyerahkan kurban kepada masjid dapat dibenarkan jika dimaksudkan diserahkan kepada salah satu pengurus masjid sebagai wakil dalam penyembelihan dan pembagian daging kurban.

14.  Penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilaksanakan di halaman milik masjid atau wakaf untuk masjid. Demikian juga tidak boleh menggunakan alat-alat milik masjid dalam penyembelihan dan pembagian daging kurban.

15.  Tidak boleh memberikan daging kurban kepada orang non muslim

Simak pula jawaban Apa itu Qurban? Bagaimana Hukumnya? Hewan apa yang dapat dijadikan kurban dan apa saja kriterianya? Bagaimana niatnya? Bagaimana pula cara pembagian dagingnya? Apa saja kesunahannya? Dalam artikel di bawah ini:

http://forsansalaf.com/2017/08/28/qurban-dan-problematikanya/

Download Buletinnya di sini:

http://forsansalaf.com/wp-content/uploads/2017/08/Qurban-REVISI-the-best.pdf

Sumber :FB kalam habib Taufiq Assegaf

Sabtu, 26 Agustus 2017

Di debat calon menantu

Syahdan, ada kiai NU ahli qoidah fiqih yang sedang mencarikan menantu untuk untuk salah satu dari dua anak gadisnya, yang pertama jelek dan yang kedua cantik. Setelah melakukan proses pencarian yang teliti dengan berbagai pertimbangan, akhirnya, ditemukanlah sosok ideal. Pria beruntung tersebut, sebut saja Gus Gaul yang intelek, ahli debat dengan kumis tipis nan romantis bertengger di atas bibirnya. 

Pada saat yang tepat, dipanggillah Gus Gaul itu ke rumah kiai tersebut.

.

Kiai: "Gus.... njenengan mau saya nikahkan dengan putri saya, berkenan kan njenengan?" tutur Kiai sambil menyerutup kopi.

Gus : "Insyaallah, Kiai, karena saya sudah saatnya menikah."

.

Kiai: "Saya punya dua anak gadis, yang pertama jelek, yang kedua sangat cantik. Ya identiknya orang tua, pasti tahu anaknya cantik atau tidak. Hanya orang yang tidak normal yang mengatakan anak gadisnya tidak cantik," tutur Kiai.

.

Gus: "Terus, maksud njenengan?"...

.

Kiai: "Yang akan saya nikahkah denganmu adalah yang pertama yang tidak cantik itu...," tutur kiai

.

Gus : " Lho kok gitu Kiai? Saya kan ganteng, usia saya baru 25 tahun, plus romantis," dengan ekspresi kaget campur bingung.

Kiai: "Betul itu Gus, .... tetapi dalam qoidah fiqih al-adath al-muhakkamah, adat tradisi bisa dijadikan sebagai pegangan hukum, Ya... meski putri saya yang pertama jelek, tapi tradisi masyarakat, anak yang tua itu harus yang didahulukan dinikahkan," tutur Kiai.

.

Gus :"Wah... maaf kiai, saya kelasnya baru santri, belum menguasai qoidah fiqih, jadi saya masih sehari-hari akrab dengan kitab-kitab nahwu," dengan nada pura-pura tidak membidangi qoidah fiqih.

.

Kiai: "Maksud njenengan?"

.

Gus: "Lho njenengan memahami qoidah fiqih salah satu modalnya adalah ilmu nahwu." 

.

"Dalam ilmu nahwu, mubtada itu memang harus didahulukan. khobar diakhirkan. Tapi dalam kitab Alfiyah ibnu Malik, diperbolehkan khobar muqoddam(khobar yang didahulukan)".... 

.

Nah, jadi meskipun umumnya yang tua yang duluan dinikahkan, tetapi tidak menyalahi aturan jika putri kedua panjenengan itu yang didahulukan dinikahkan dengan saya, dan putri pertama njenengan itu ya dinikahkan belakangan saja," tutur Gus itu dengan nada santai.

.

Kiai itu pun tidak berkutik dengan jawaban Gus tadi.

.

Tiba- tiba terdengar suara putri pertama kiai yang tersinggung dan dari tadi mendengar percakapan tersebut, dari dalam: "Gus.... dalam ilmu ushul fiqih, analogi njenengan itu qiyas fasidh (tidak relevan), ngakbisa menyamakan cari calon istri dengan analogi ilmu nahwu !!!".

.

Sedangkang putri kedua kiai yang cantik jelita, yang memang sudah jatuh cinta pada Gus tadi, dan sudah sering WhatsApp-an dengan Gus tersebut, ia mesam-mesem saja melihat itu. Sambil berkata: "Wah betul itu kata Gus, saya setuju".

.

Suasana pun agak tegang, putri pertama kiai akan kembali berkata dengan nada nyaring, matanya sudah melotot, 

.

Dari dalam, tiba-tiba muncullah ibu nyai, istrinya Kiai, sambil bilang: "Ini mau cari calon mantu, apa debat soal pilgub, jadi ramai begini. Bubar... bubar..... bubar....

Ini belum jadi menantu saja calon mertua sudah didebat, gimana nanti nanti sudah jadi mantu, cari yang lain saja abah kiai calon menantunya" !!!!.

.

Si Gus pun pergi meninggalkan rumah Kiai tersebut, sambil WA putri kedua kiai yang cantik jelita tadi:

"Hi... Ning cantik.... kata orang mengaji ilmu sorof-nya, proses perjuangan cinta kita berdua, terdapat huruf 'ilat (kendala) masih butuh di-i'lal (proses mebuang harfu 'ilath) dengan perjuangan panjang :)" (Nasrulloh Afandi)  

Mukafi,  NU Online.

Kamis, 06 Juli 2017

Berjuta Fadhilah Hari Jumat

KH. Muzakki Syah (Jember)

Jum’at adalah hari istimewa dalam Islam. Jum’at adalah pemimpin hari-hari, alias hari yang paling mulia. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah s.a.w.:

سَيِّدُ اْلأَياَّمِ  يَوْمُ اْلجُمْعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ اْلجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهاَ وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ يَوْمَ اْلجُمْعَةِ

”Pemimpin hari ialah hari Jum’at. Di hari Jum’at Nabi Adam a.s. diciptakan, pada hari itu beliau dimasukkan ke dalam sorga, dan di hari itu pula beliau dikeluarkan darinya. Hari kiamat pun tidak akan terjadi kecuali di hari Jum’at.” (Riwayat Ibnu Khuzaiman dan Al-Hakim)

Jum’at juga merupakan hari raya mingguan bagi umat Islam. Idealnya, pada hari itu orang Islam meliburkan diri dari pekerjaan atau aktivitas rutin yang berkaitan dengan urusan keduniaan. Dengan kata lain, Jum’at mestinya menjadi hari libur bagi mereka, sebagaimana sekarang masih berlangsung di pesantren-pesantren. Libur pada hari minggu kiranya sesuatu yang sudah terlanjur.

Jum’at adalah hari mulia yang khusus diperuntukkan bagi umat Muhammad. Pada hari itu doa-doa dikabulkan dan pahala juga dilipat-gandakan.

Kalau menjelang hari raya Idul Fitri kita melakukan berbagai persiapan, termasuk membeli pakaian baru, maka demikian pula hendaknya dengan hari Jum’at. Seperti dianjurkan oleh Imam Al-Ghazali, hendaknya kita menyongsong hari raya itu sejak hari Kamis, yaitu dengan menyiapkan baju yang bersih dan wewangian. Selain itu, pada Kamis sore disarankan supaya memperbanyak membaca tasbih dan istighfar. Khusus pada malam dan hari Jum’at dianjurkan untuk membaca surah Al-Kahfi di samping surah Yasin. Rasulullah s.a.w. bersabda:

مَنْ قَرَأَ اْلكَهْفَ فِي يَوْمِ اْلجُمْعَةِ أَضاَءَ َلهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ اْلجُمْعَتَيْنِ

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, Allah akan memancarkan padanya cahaya antara dua Jum’at.” (Riwayat Al-Hakim) Dalam riwayat lain:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ اْلكَهْفِ فيِ يَوْمِ اْلجُمْعَةِ أَوْ لَيْلَتِهاَ وُقِيَ فِتْنَةَ الدَّجَّالِ

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka dia dilindungi dari godaan Dajjal.”

Bila datang waktu subuh, mandilah. Niatkan mandi Anda sebagai mandi salat Jum’at. Ini hukumnya sunnah. Nabi s.a.w. bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ اْلجُمْعَةِ فَِبهَا وَ نِعْمَتْ وَ مَن ِاغْتَسَل َفَاْلغُسْلُ أَفْضَلُ

”Barangsiapa berwudhu’ di hari Jum’at, maka itu bagus dan itulah jalan kita. Barangsiapa mandi, maka mandi itu lebih utama.” (Riwayat Abu Dawud dan lain-lain)

Setelah itu, kenakan baju putih bersih dan terbaik. Baju berwarna putih adalah baju yang paling dicintai oleh Allah. Pakai pula wewangian terbaik.

Selanjutnya, sempurnakan pembersihan badan dengan memotong kuku, menggunting kumis tipis-tipis, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan. Jangan lupa untuk bersiwak dan melakukan kebersihan badan lainnya, termasuk menyikat gigi.

Mulailah memotong kuku dari jari-jari tangan kanan. Pekerjaan ini diawali dengan memotong kuku jari telunjuk, diteruskan ke kuku jari tengah, jari manis, lalu jari kelingking dan diakhiri dengan kuku ibu jari. Kemudian beralih ke kuku jari-jari tangan kiri. Yang ini dimulai dari jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk dan berakhir pada ibu jari.

Jangan lupa memotong kuku jari-jari kaki. Dimulai dari kuku jari kelingking kaki kanan, terus bergerak ke kiri, dan berakhir pada jari kelingking kaki kiri.

Bagaimana dengan potong rambut kepala? Ini tidak sunnah, tapi mubah di hari Jum’at, kecuali bila sudah terlalu panjang sehingga tampak tidak rapi dan sulit diatur. Lakukan pula hal ini  jika rambut sudah sangat mengganggu. Misalnya, gatal atau penyakit lain. Maka sunnah untuk dipotong pendek.

Jumat, 16 Juni 2017

SHOLAT KAFAROH

Shalat kafarah Bersabda Rasulullah SAW : " Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud (tasyahud akhir saja, tanpa tasyahud awal), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X .

 
Niatnya: ” Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa”

Sayidina Abu Bakar ra. berkata
"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 400 tahun dan menurut Sayidina Ali ra. sholat tersebut sebagai kafaroh 1000 tahun. Maka bertanyalah sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?". Rasulullah SAW menjawab, "Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya." 

Setelah selesai Sholat membaca Istigfar 10 x :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Kemudian baca sholawat 100 x :

اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Kemudian menbaca basmalah, hamdalah dan syahadat
Kemudian membaca Doa kafaroh 3x : 

 اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ  اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْخَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ  شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً  وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْسِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ  السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ  بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين.

Diambil dari kitab “Majmu’atul Mubarakah”, susunan Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi.
(oleh: Habib Munzir al-Musawa dan dari berbagai sumber lain.)

Waktu : Yaitu, shalat sunnah kafarat yang hanya kesempatannya di hari Jumat akhir Ramadhan batasnya antara waktu dhuha dan Ashar.

Kamis, 15 Juni 2017

AMALAN UNTUK MENEMUI LAILATUL QODAR


Diriwayatakan oleh Ibnu Abbas berupa Hadits Marfu’ dari Rosululloh SAW, bahwasanya Nabi Muhammad bersabda: “Barang siapa membaca:
لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ رَبِّ السَّموَاتِ السَّبْعِ وَرَبِّ الْعَرْشِ اْلعَظِيْمِ (ثَلَاثَ مَرَّاتٍ)
Maka dia akan mendapat pahala ibadah seperti ibadahnya orang sholeh yang tepat turunnya lailatul qadar.
Sholat Lailatul Qodar
Dari Abu Abbas dari Nabi Muhammad SAW, bahwa Rosululloh SAW bersabda: “ Barangsiapa sholat di malam Lailatul Qodar dua rokaat tiap-tiap rokaat setelah Fatihah membaca surat al-Ikhlas 7x dan setelah salam, sebelum kaki berubah dari tempat duduknya kemudian membaca (7x):
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَاَتُوْبُ إِلَيْهِ (سَبْعِيْنَ مَرَّةً)
Maka Allah akan mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya sebelum dia berdiri dari duduknya dan Allah mengutus malaikat untuk membangunkan gedung di surga dan dia tidak akan meninggal dulu sebelum melihat tempatnya di surga.
Niat
Usholli sunnatal Mutlaki fii lailatil qodri rok’ataini lillhi ta’ala
أُصَلِّي سُنَّةَ الْمُطْلَقِ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
Saya berniat sholat mutlak dua rokaat untuk menemui Lailatul Qodar karena Allah

SHOLAT KAFAROT
Ijazah dari Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan ( Ketua Jam’iyyah Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah se-Indonesia).
Diamalkan malam Jum’at terakhir bulan Romadhon ba’da sholat Maghrib.
Niat
Usholli Arba’a Roka’atin Kafarotan Limaa Faataniy minas Sholati Lillahi ta’ala
أُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ كَفَارَةً لِمَا فَاتَنِيْ مِنَ الصَّلَاةِ ِللهِ تَعَالَى
Saya berniat sholat empat roka’at untuk menebus kekurangan sholat saya karena Allah
Dilaksanakan dengan 4 roka’at 1 salam (tanpa tahiyat awal)
Disetiap roka’atnya ba’da membaca surat al-Fatihah membaca:
Surat al-Qodar 15x
Surat al-Kautsar 100x
Ba’da salam membaca sholawat 100x
Fadhilah
Kafarot Sholat 40 tahun
Dari Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq: Dapat mengkafarotkan sholat 400 tahun
Dari Sayyidina Ali bin Abi Tholib: Dapat mengkafarotkan sholat 1000 tahun
Dasar Hukum:
Kitab Majmu’atul Mubarokah
Kitab Jawahirul Khumus
 

IJAZAH AMALAN LAIN UNTUK
MENEMUI LAILATUL QODAR

فرْتِعْكَاهَي صَلَاةْ لَيْلَةُ الْقَدْرِ(فَاتَعْ رَكَعَةْ رَوْعْ سَلَامْ)
أُصَلِّي سُنَّةَ اْلمُطْلَقِ فِي لَيْلَةِ اْلقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَلَى
نِيَةْ إِعْسُونْ صَلَاةْ مُطْلَقْ لَيْلَةُ اْلقَدَرْ رَوعْ رَكَعَةْ سُنَّةْ كَرَانَا الله تَعَالَى
بَعْدَ فَاتِحَةْ مَاهَوسْ سُورَةْ :
الْهَاكُمُ التَّكَاثُرْ  X1
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدْ  X5
1.  بَعْدَ سَلَامْ مَاهَوسْ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ  X200
2.  لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ يُحيِ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ اْلخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ  X300
3.  اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ وَاعْفُ عَنِّي (تَنْفَا وِيْلَاعَانْ)
سَفَا وَوْعِى عَلاَكَوْنِي صَلاَةْ لَيْلَةُ الْقَدَرْ, بَاكَلْ دِيْ سفُوْرَا كَابَيه دُوْصَا-دُوْصَانَى, كُوسْتِي الله فَارِيعْ كَامْفَاعْ فرْكَارَانَى دُنْيَا آخِرَةْ, وَقْتُو سَكَرَةُ الْمَوتْ كَامْفَاعْ أَوْرَا عرَاسَاأَكَى لاَرَا, كُوسْتِي الله علفَاسَكن سَكِيعْ سِيكْصاَ قُبُورْ لَنْ سِيكْصاَ نرَاكَا لَنْ مكَولِيهْ هَدِيَهْ كَنِعْمَاتَانْ سُوَارْكاَ كَعْ لُوَارْبِيَاسَا نِعْمَتَي
-  سُنَّةْ عكَيهْ عكَيهْ هَاكَن مَانيهْ ماَجاَ "اِسْتِغْفَارْ"
بَنْجُورْ دُعاَ عِيْسَورْ إِيْكيِ :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْئَلُكَ إِيْمَانًا دَائِماً وَ يَقِيْناً صَادِقاً لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ وَ أَسْئَلُكَ رَحْمَةً أَناَلُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدِّيْنِ وَ الدُّنْياَ وَاْلآخِرَةِ . اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْئَلُكَ اْلفَوْزَ عِنْدَ اللِّقَاءِ وَ الصَّبْرَ عِنْدَ القَضَاءِ وَ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَ عَيْشَ السُّعَدَاءِ وَالنَّصْرَ عَلَى اْلأَعْدَاءِ وَمُرَافَقَةَ الْأَنْبِيَاءِ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Sumber : Group AIS Jawi Wetan
Writer : Agus @aliakbarreal

Rabu, 14 Juni 2017

PREDIKSI LAILATUL QADAR

إعانة الطالبين: (٢٥٧/ ٢)

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين
أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين
أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين
أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين
أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين
قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة

Imam Al Ghazali dan ulama' yg lain berkata, sesungguhnya lailatul qadar itu bisa diketahui dari awal hari permulaan bulan :

Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu maka lailatul qadar jatuh pada malam ke 29

Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka lailatul qadar jatuh pada malam ke 21

Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum'at maka lailatul qadar jatuh pada malam ke 27

Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka lailatul qadar jatuh pada malam ke 25

Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka lailatul qadar jatuh pada malam ke 23

Syeh Abul Hasan As Syadzili berkata :
" Semenjak saya menginjak usia dewasa lailatul qadar tidak pernah meleset dengan jadwal tersebut."

WALLAHU A'LAM

Rasulullah SAW bersabda :*
Dari Aisyah RA. bahwa Rosululloh SAW. bersabda :

تحرو اليلة القدر فى الأوتار من العشر الأواخر من رمضان. (رواه البخاري)

Carilah denga segala daya upaya malam Lailatul Qadar itu di malam-malam ganjil dari sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan. (HR. Bukhari)

Jadi tidak ada ketentuan waktunya dari Nabi Muhamnad SAW, hanya saja Ulama' ahli ibadah memperkirakan seperti keterangan diatas kemungkinan para ahli ibadah sering menemukan Lailatul Qadar di waktu-waktu tsb.
(Referensi : Kitab I'anatutholibin - Juz 2 / Hlm 257)

Ada cara lain barangkali dengan kasih sayang-Nya kita bisa dianggap mendapatkan  Lailatul qadar yaitu shalat isya' dan shubuh berjama'ah dengan istiqamah.

Perhatikan hadits ini :

حدثنا عبدالرحمن بن أبي عمرة قال: دخل عثمان بن عفان المسجد بعد صلاةالمغرب فقعد وحده فقعدت اليه، فقال: يا ابن أخي سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم،يقول: من صلى العشاء في فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة فكأنما صلى الليل كله،

Abdurrahman bin Abi Amrah menceritakan kepada kami, dia berkata : Utsman bin Affan masuk kedalam masjid setelah shalat Maghrib, lalu beliau duduk sendirian, lalu aku duduk didekatnya. Kemudian Utsman berkata : Wahai keponakanku, aku telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : Barangsiapa shalat isya' berjama'ah, maka seakan akan dia qiyamul lail selama setengah malam dan barangsiapa shalat shubuh berjama'ah, maka seakan akan dia qiyamul lail semalam penuh. (HR. Muslim)

Manfa'atkan kesempatan yg di berikan oleh Allah sebaik baiknya.

ليلة القدر خير من الف شهر
(سورة القدر : ٣)
Beribadah di Malam Lailatul Qodar lebih baik dari beribadah 1000 bulan / 83 tahun 4 bulan (QS. Al-Qadr : 3)

Sungguh luar biasa, mudah-mudahan kita semua mendapatkannya

(رفق المسلم سيوطي)

.امين اللهم امين

Sabtu, 10 Juni 2017

ADAB TERHADAP USTADZ (GURU)


Al Imam Al Habib Ali bin Hasan Alatas berkata :

ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب،
على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك
يكون لك ذالك المقدار عند الله
من غير شك

" Memperoleh ilmu, futuh
dan cahaya (terbukanya hijab-hijab batinnya),
adalah sesuai kadar adabmu
terhadap gurumu.
Kadar besarnya gurumu di hatimu,
Maka demikian pula
kadar besarnya dirimu di sisi Allah
tanpa ragu ". (Manhajus Sawiy).

Imam Nawawi ketika hendak belajar
kepada gurunya,
beliau selalu bersedekah di perjalanan
dan berdoa :
" Ya Allah, tutuplah dariku
kekurangan guruku,
hingga mataku tidak melihat kekuranganya.
dan tidak seorangpun
yang menyampaikan kekurangan guruku
kepadaku ". (Lawaqihul Anwaaril Qudsiyyah).

Beliau juga pernah mengatakan
dalam kitab At Tahdzib :

"عقوق الوالدين تمحوه التوبة
وعقوق الاستاذ لا يمحوه شيء البتة".

" Durhaka kepada orang tua
dosanya bisa hapus oleh taubat,
tapi durhaka kepada ustadzmu (gurumu)
tidak ada satupun yang dapat menghapusnya ".

Al Habib Abdullah Al Haddad
berkata :
"Paling bahayanya bagi seorang murid,
adalah berubahnya hati gurunya
kepadanya.
Seandainya seluruh wali
dari timur dan barat
ingin memperbaiki keadaan si murid itu,
niscaya tidak akan mampu
kecuali gurunya telah ridha kembali ".
(Adab Sulukil Murid).

Ada seorang murid
yag sedang menyapu madrasah gurunya,
tiba2 Nabi Khidir mendatanginya.
Murid itu tidak sedikitpun menoleh
dan tidak mengajak bicara Nabi Khidhir.

Maka Nabi Khidhir berkata :
"Tidakkah kau mengenalku ?!"

Murid menjawab :
"Ya aku mengenalmu,
engkau adalah Abul Abbas al Khidhir".

Nabi Khidhir berkata :
"Kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?!".

Murid menjawab :
"Guruku sudah cukup bagiku,
tidak tersisa satupun hajat kepadamu".
(Kalam Al Habib Idrus al Habsyi ).

Habib Abdullah Al Haddad berkata :
"Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya :
"perintahkan aku ini,
berikan aku ini !"
karena itu sama saja
menuntut untuk dirinya.
Tapi sebaiknya dia seperti mayat
di hadapan orang yg memandikannya".
(Ghoyatul Qashad Wal Murad)

Para ulama ahli hikmah
berkata :
"Barangsiapa yang mengatakan
"kenapa..?"
Kepada gurunya.
Maka dia tidak akan bahagia
selamanya ".
(Al- Fataawal Haditsiyyah).

Para ulama hakikat
berkata :
" 70% ilmu itu diperoleh
sebab kuatnya hubungan
antara murid dengan gurunya.

العلم بالتعلم
والبركة بالخدمة
Ilmu diperoleh dengan belajar
Berkah diraih dengan khidmah.

Semoga Allah Senantiasa Menjaga dan memberikan kesehatan Bagi Guru guru kita...
Aamiin

Sumber = FB Madras Ribath